:: WELCOME IN MY WORLD ^_^ FEEL HIS BLESS IN YOUR SOUL.....::

Friday, March 19, 2010

You Are Complete In Christ

Colossians 2:10
10and you are complete in Him, who is the head of all principality and power.

When you look at yourself, what do you see? Do you see someone who is imperfect and lacking in many areas, or someone who is whole and complete in Christ?

There are believers who see themselves as incomplete. This is because they are conscious of their lack and imperfections. They say, “There are so many things imperfect about me! How can I be complete if there are so many things I am lacking in?” They see their weaknesses, condemn themselves and feel inferior to others.

The good news is that God does not see the way man sees. Man sees the flesh. God sees the spirit. He sees us already complete in Christ. In spite of our imperfections, He sees us as new creations, partakers of His divine nature and more than conquerors over our faults. And He wants us to see ourselves the way He sees us.

What we think we need or are lacking in, whether it is godly character traits or physical health, we already have in Christ.

I used to think that I had to ask God to make me more patient, until I realized one day that Jesus is my patience. Since then, I no longer ask God to make me wiser either, because Jesus is my wisdom. (1 Corinthians 1:30) I am not waiting to receive more healing because Jesus is my complete healing at this moment. And I am not yearning for peace and rest one day because Jesus is my peace and rest today. Right now, I have everything because I stand complete in Christ!

My friend, you are not going to be complete in Christ some day — you are already complete in Christ! And what remains for you to do is to walk daily in that completeness by believing that it is true and confessing that what you need right now, Jesus is to you. He is your complete forgiveness, complete righteousness, complete favor and complete protection.

So don’t focus on the lack you see in your life. Focus instead on how in Christ, you are complete in everything at this moment. And instead of weaknesses, lack and defects, you will see His strength, wholeness, soundness and completeness manifesting in you!

GBU

INDO..diterjemahkan dengan menggunakan bahasa sehari hari oleh HaNnY..

You Are Complete In Christ

Kolose 2:10
10 dan kamu telah dipenuhi di dalam Dia, Dialah kepala semua pemerintah dan penguasa.

Ketika kamu melihat dirimu sendiri, apa yang kamu lihat? Apakah kamu melihat seseorang yang tidak sempurna dan kekurangan dalam berbagai bidang, atau seseorang yang utuh dan sempurna didalam Kristus?

Masih ada banyak orang percaya yang melihat bahwa mereka tidak sempurna. Ini dikarenakan mereka selalu sadar akan kekurangan dan ketidaksempurnaan mereka. Mereka berkata, "Ada begitu banyak ketidaksempurnaan di dalam diri saya! Bagaimana saya bisa sempurna kalau masih ada banyak kekurangan di dalam diri saya?" Mereka melihat kelemahan mereka sendiri, menyalahkan diri dan merasa rendah terhadap orang lain.

Berita baiknya adalah bahwa Tuhan tidak melihat apa yang di lihat manusia. Manusia melihat kedagingan. Tuhan melihat jiwa. Dia melihat kita sudah disempurnakan di dalam Kristus. Disamping ketidaksempurnaan kita, Dia melihat kita sebagai ciptaan baru, ikut serta dalam sifat dasarNya yang hebat dan lebih dari pemenang dalam seluruh kesalahan kita. Dan Dia mau kita melihat diri kita sendiri seperti cara Dia melihat.

Apa yang kita rasa kita butuhkan atau apa kekurangan kita, apakah itu ciri sifat ketuhanan atau kesehatan fisik, kita sudah mendapatkannya di dalam Kristus.

Saya selalu berpikir bahwa saya harus meminta Tuhan untuk membuat saya lebih sabar, sampai suatu hari saya menyadari kalau Yesus adalah kesabaran saya. Sejak saat itu, Saya tidak lagi meminta Tuhan untuk membuat saya lebih bijaksana lagi, karena Yesus adalah kebijaksanaan saya. (1 Korintus 1:30) Saya tidak menunggu untuk menerima kesembuhan yang lebih karena saat ini Yesus adalah kesembuhan yang sempurna. Dan saya tidak menginginkan kedamaian dan sandaran suatu saat karena Yesus adalah kedamaian dan sandaran saya hari ini. Sekarang ini, Saya memiliki segalanya karena saya berdiri seutuhnya di dalam Kristus!

Sahabatku, kamu tidak akan sempurna dalam Kristus suatu hari - kamu sudah sempurna di dalam Kristus saat ini! Dan apa yang masih harus kamu lakukan adalah berjalan dalam kesempurnaan setiap hari dengan percaya kalau itu benar dan mengaku bahwa kamu membutuhkannya sekarang, Yesus denganmu. Dia adalah pengampunanmu yang sempurna, kebenaranmu yang sempurna, kemurahanmu yang sempurna dan perlindunganmu yang sempurna.

Jadi jangan fokus pada kekurangan yang kamu lihat di dalam kehidupanmu. Sebaliknya fokus pada bagaimana kamu di dalam Kristus. Dan sebaliknya dalam kelemahan, kekurangan dan kerusakan, kamu akan melihat kekuatanNya, keseluruhanNya, kesegaranNya dan kesempurnaanNya nyata (jelas) di dalammu.

GBU

You Are Complete In Christ

Colossians 2:10
10and you are complete in Him, who is the head of all principality and power.

When you look at yourself, what do you see? Do you see someone who is imperfect and lacking in many areas, or someone who is whole and complete in Christ?

There are believers who see themselves as incomplete. This is because they are conscious of their lack and imperfections. They say, “There are so many things imperfect about me! How can I be complete if there are so many things I am lacking in?” They see their weaknesses, condemn themselves and feel inferior to others.

The good news is that God does not see the way man sees. Man sees the flesh. God sees the spirit. He sees us already complete in Christ. In spite of our imperfections, He sees us as new creations, partakers of His divine nature and more than conquerors over our faults. And He wants us to see ourselves the way He sees us.

What we think we need or are lacking in, whether it is godly character traits or physical health, we already have in Christ.

I used to think that I had to ask God to make me more patient, until I realized one day that Jesus is my patience. Since then, I no longer ask God to make me wiser either, because Jesus is my wisdom. (1 Corinthians 1:30) I am not waiting to receive more healing because Jesus is my complete healing at this moment. And I am not yearning for peace and rest one day because Jesus is my peace and rest today. Right now, I have everything because I stand complete in Christ!

My friend, you are not going to be complete in Christ some day — you are already complete in Christ! And what remains for you to do is to walk daily in that completeness by believing that it is true and confessing that what you need right now, Jesus is to you. He is your complete forgiveness, complete righteousness, complete favor and complete protection.

So don’t focus on the lack you see in your life. Focus instead on how in Christ, you are complete in everything at this moment. And instead of weaknesses, lack and defects, you will see His strength, wholeness, soundness and completeness manifesting in you!

GBU

INDO..diterjemahkan dengan menggunakan bahasa sehari hari oleh HaNnY..

You Are Complete In Christ

Kolose 2:10
10 dan kamu telah dipenuhi di dalam Dia, Dialah kepala semua pemerintah dan penguasa.

Ketika kamu melihat dirimu sendiri, apa yang kamu lihat? Apakah kamu melihat seseorang yang tidak sempurna dan kekurangan dalam berbagai bidang, atau seseorang yang utuh dan sempurna didalam Kristus?

Masih ada banyak orang percaya yang melihat bahwa mereka tidak sempurna. Ini dikarenakan mereka selalu sadar akan kekurangan dan ketidaksempurnaan mereka. Mereka berkata, "Ada begitu banyak ketidaksempurnaan di dalam diri saya! Bagaimana saya bisa sempurna kalau masih ada banyak kekurangan di dalam diri saya?" Mereka melihat kelemahan mereka sendiri, menyalahkan diri dan merasa rendah terhadap orang lain.

Berita baiknya adalah bahwa Tuhan tidak melihat apa yang di lihat manusia. Manusia melihat kedagingan. Tuhan melihat jiwa. Dia melihat kita sudah disempurnakan di dalam Kristus. Disamping ketidaksempurnaan kita, Dia melihat kita sebagai ciptaan baru, ikut serta dalam sifat dasarNya yang hebat dan lebih dari pemenang dalam seluruh kesalahan kita. Dan Dia mau kita melihat diri kita sendiri seperti cara Dia melihat.

Apa yang kita rasa kita butuhkan atau apa kekurangan kita, apakah itu ciri sifat ketuhanan atau kesehatan fisik, kita sudah mendapatkannya di dalam Kristus.

Saya selalu berpikir bahwa saya harus meminta Tuhan untuk membuat saya lebih sabar, sampai suatu hari saya menyadari kalau Yesus adalah kesabaran saya. Sejak saat itu, Saya tidak lagi meminta Tuhan untuk membuat saya lebih bijaksana lagi, karena Yesus adalah kebijaksanaan saya. (1 Korintus 1:30) Saya tidak menunggu untuk menerima kesembuhan yang lebih karena saat ini Yesus adalah kesembuhan yang sempurna. Dan saya tidak menginginkan kedamaian dan sandaran suatu saat karena Yesus adalah kedamaian dan sandaran saya hari ini. Sekarang ini, Saya memiliki segalanya karena saya berdiri seutuhnya di dalam Kristus!

Sahabatku, kamu tidak akan sempurna dalam Kristus suatu hari - kamu sudah sempurna di dalam Kristus saat ini! Dan apa yang masih harus kamu lakukan adalah berjalan dalam kesempurnaan setiap hari dengan percaya kalau itu benar dan mengaku bahwa kamu membutuhkannya sekarang, Yesus denganmu. Dia adalah pengampunanmu yang sempurna, kebenaranmu yang sempurna, kemurahanmu yang sempurna dan perlindunganmu yang sempurna.

Jadi jangan fokus pada kekurangan yang kamu lihat di dalam kehidupanmu. Sebaliknya fokus pada bagaimana kamu di dalam Kristus. Dan sebaliknya dalam kelemahan, kekurangan dan kerusakan, kamu akan melihat kekuatanNya, keseluruhanNya, kesegaranNya dan kesempurnaanNya nyata (jelas) di dalammu.

GBU

DESIRE OF THY HAPPENED

Desire of Thy happened


In the Our Father prayer we mengucapakan 'desire of Thy happened' This sentence contains a recognition of God's absolute sovereignty. But in reality, we do the opposite 'desire of me happened'. We declare our sovereignty in our wills. Forcing God to all our requests and wishes. We determine of time. If my request happen in line with the will of God, it will be happened . if desire of me hapenned. That often do not match. Therefore, we feel disappointed. Feeling unanswered prayer. Felt God was not fair. Then began lazy to pray, away from God.

1 John 5:14 And this the confidence we have in Him, that He hears us, if we ask anything according to His will.

Provide a place for the absolute power of God. Do not we occupy it. God will hear our prayer , if we let that be the will of God. (Ml)
LORD JESUS WE ALL LOVE

Buang sampah yuk

ika Anda hidup dirumah yang sampahnya tidak pernah dibuang dan ruangan-ruangannya tidak pernah dibersihkan, tentu Anda tidak tahan berada disana lama-lama bukan? Anda akan senang tinggal di rumah yang bersih, dan tempat sampahnya dikosongkan tiap hari. Anda tidak akan mencium bau busuk, maupun sakit karena berbagai bakteri yang tersebar karena sampah. Untuk itu, Anda harus rajin bersih-bersih dan membuang sampah yang ada di tong sampah.

Hal yang sama harusnya berlaku dengan kehidupan pribadi kita. Seringkali kita mengumpulkan sampah emosional. Sebagai contoh: kita sering menyimpan sakit hati pada orang lain atau Anda menyimpan rasa kecewa pada orangtua Anda atau pasangan Anda. Merasa terluka, kecewa dan putus asa karena gagal dalam karir atau bisnis dan tidak pernah bangkit kembali, itu juga sampah bagi jiwa Anda.

Sakit hati, kecewa, iri hati, kemarahan, dan ribuan perasaan negatif lainnya adalah sampah bagi kehidupan. Anda harus membuangnya dengan segera jika ingin hidup sehat dan bahagia. Anda harus rajin bersih-bersih, sama seperti membersihkan rumah Anda. Jangan biarkan sampah berlama-lama dalam hidup Anda. Bagaimana caranya? Berikut ini adalah langkah-langkah praktisnya.

Berdoa. Ketika kita mempercayakan hidup kita pada Tuhan, kita akan menyadari betapa kecilnya masalah kita dibandingkan kebesaran Tuhan. Dengan berdoa dan menyerahkan kemarahan, kekecewaan, iri hati dan semua sampah kehidupan kepada Tuhan, maka Anda akan memiliki pandangan baru dalam kehidupan. Mintalah kekuatan, kasih dan pengampunan untuk menyapu setiap sampah-sampah tersebut.
Ampuni orang yang menyakiti Anda. Temuilah orang tersebut, sampaikan bagaimana perasaan Anda dan katakan bahwa Anda telah mengampuninya.
Olahraga. Dengan cara ini Anda membuat kardiovaskular Anda bekerja. Ini akan membantu Anda menyingkirkan semua sampah emosional melalui pori-pori Anda.
Mencari saran dari seseorang yang tidak memihak dan mampu memberikan nasihat yang baik.
Hari ini jika Anda mencium ada bau busuk sampah dalah kehidupan Anda, segera bersihkan dan buang sampah-sampah tersebut.

Sumber: Jawaban.com


======================================

Memang bagi kita manusia, ‘mengampuni’ adalah sesuatu yang tidak mudah, dan karenanya kita perlu memohon kekuatan dari Tuhan. Sebenarnya, Tuhan Yesus tidak mengajarkan bahwa orang yang bersalah kepada kita itu harus minta maaf terlebih dahulu baru kemudian ‘layak’ kita ampuni. Berikut ini adalah beberapa ayat Alkitab yang menunjukkan bahwa kita harus mengampuni tanpa syarat, seperti yang diajarkan oleh Tuhan:

1) Dalam doa Bapa Kami, kita setiap kali berdoa, “Ampunilah kesalahan kami seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami…” (Mat 6: 12) . Di sini tidak dikatakan “asalkan mereka minta maaf kepada kami”. Jadi sesungguhnya apapun yang terjadi, Tuhan menghendaki agar kita mengampuni orang yang bersalah pada kita- tanpa ada syarat apa-apa lagi.

2) Pada khotbah-Nya di bukit, Yesus berkata, “Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.” (Mt 5:44) Di sini tidak dikatakan apakah musuh itu harus minta maaf atau menyesal dahulu, baru kita ampuni/ kasihi. Makna “kasihilah” di sini adalah sesuatu yang lebih dalam daripada mengampuni, karena mengampuni saja sudah sulit, apalagi mengasihi dan mendoakan mereka.

3) Yesus memberikan sendiri contoh yang sempurna terhadap pengajaran-Nya ini dengan menyerahkan Diri-Nya di kayu salib. Pada saat Ia tergantung di salib, ketika tangan-Nya terentang antara langit dan bumi, Ia berkata,“Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat ” (Luk 23: 34). Dalam kesatuan-Nya dengan Allah Bapa, Yesus mengampuni mereka yang telah menyalibkan Dia, walaupun pada saat itu mereka tidak bertobat atau minta ampun pada Yesus.

4) Rasul Paulus mengatakan, “Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita ketika kita masih berdosa.” (Rom 5:8). Jadi Kristus memilih untuk wafat di salib untuk menebus dosa-dosa kita manusia, meskipun pada waktu itu manusia belum bertobat. Dan kasih Allah yang besar inilah yang sesungguhnya malah mengantar kita kepada pertobatan.

5) Sebenarnya kita mengampuni bukanlah melulu demi orang yang bersalah kepada kita, seolah-olah jika kita mengampuni maka ‘dia yang untung dan kita yang rugi’. Sebaliknya, jika kita mengampuni sesungguhnya itu adalah untuk kebaikan kita sendiri, karena dengan kita mengampuni, kita dibenarkan oleh Tuhan karena kita mengikuti teladan-Nya dan kita menjauhkan dari diri kita segala bentuk sakit penyakit badani dan rohani yang berkaitan dengan kekecewaan, kesesakan, kepahitan dan sakit hati yang terpendam. Kitab Mazmur mengatakan, “Kasihanilah aku ya, Tuhan, sebab aku merasa sesak; karena sakit hati mengidaplah mataku, meranalah jiwa dan tubuhku. Sebab hidupku habis dalam duka dan tahun-tahun umurku dalam keluh kesah; kekuatanku merosot karena sengsaraku, dan tulang-tulangku menjadi lemah…” (Mz 31: 10-11). Tentulah karena Tuhan mengasihi kita, maka Ia ingin agar kita belajar mengampuni, agar kita tidak menyimpan sakit hati yang dapat mendatangkan hal-hal negatif terhadap diri kita sendiri, baik rohani maupun jasmani.

Contoh yang paling indah saya rasa adalah bagaimana Bapa Paus Yohanes Paulus II yang mengampuni Mehmet Ali Agca, yang telah berusaha membunuhnya, dengan menembaknya pada tgl 13 mei 1981. Begitu Bapa Paus sembuh, beliau mengunjungi Ali di penjara, dan menyatakan bahwa beliau mengampuni Ali, walaupun setahu saya, tidak didahului oleh permintaan maaf dari Ali. Entah bagaimana jika kita yang ada di posisi Bapa Paus, sanggupkah kita mengampuni orang yang telah berusaha membunuh kita?

Memang, mengampuni bukan sesuatu yang mudah, namun itu adalah pengajaran Tuhan yang tak bisa ditawar. Maka kita semua memang harus berusaha untuk melakukannya, tentu dengan bantuan rahmat Tuhan. Jika kita dizinkan Tuhan untuk mengalami pengalaman disakiti oleh orang lain, maka kita diberi kesempatan oleh-Nya untuk merasakan sedikit dari penderitaan-Nya di kayu salib. Dan untuk itu, obat yang paling mujarab adalah: kita kembali mempersembahkan rasa sakit hati/ hati yang hancur kita di hadapan Tuhan (lih. Mzm 51:19), dan mempersatukannya dengan korban Yesus dalam Ekaristi Kudus, agar kita memperoleh buah-buahnya, yaitu dosa kita diampuni, sakit hati kita disembuhkan, dan kita diberi kekuatan oleh Tuhan untuk mengampuni, dengan kekuatan yang bukan berasal dari diri kita sendiri, tetapi dari Tuhan. Dengan pertolongan rahmat Tuhan, maka kita akan dapat mengampuni sesama yang bersalah pada kita, walaupun yang bersangkutan tidak minta maaf pada kita. Hal ini dapat terjadi sekaligus, ataupun merupakan perjuangan yang bertahap, namun kita harus terus mengusahakannya, sebab inilah yang dikehendaki oleh Tuhan bagi kita, “Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.” (Yoh 13:35)

Sumber: Katolisitas.org

Sunday, March 14, 2010

I Will Be Your God

Hebrews 8:10
10 … and I will be their God, and they shall be My people.

When God says, “I will be your God,” that is a declaration that He will work miracles in your life. So if it is a miracle you need, it is a miracle you will get!

If there is a huge sea blocking the way to your blessing and God says, “I will be your God,” it means that He will open the sea for you so that you can receive your blessing.

If you are poor and God says, “I will be your God,” it means that you will be well-provided for. Since God fed nearly three million Israelites in the wilderness every single day for 40 years, you can be sure that God will provide for you too.

If you are sick and God says, “I will be your God,” it means that He is going to be “the Lord who heals you” (Exodus 15:26), and you will be healthy.

If you have incurred a huge debt and God says, “I will be your God,” it means that He will bring about a supernatural cancellation of your debt.

But not only did God say, “I will be their God,” He also said, “they shall be My people”.

To be God’s people means to be the protected ones. Not all on earth are God’s people — only we who are redeemed by the blood of Christ. During times of uncertainties, God says to you, “You shall be My people.” This means that you are protected from all pestilences, plagues, attacks and destruction.

Even when you hear people say that the economic crisis is coming, God says to you, “You shall be My people.” This means that you don’t have to worry or be anxious. The crisis will not affect you. Regardless of the situation in the world, you are protected and you will walk in the blessings of God.

God’s power comes into every challenge you face when He says to you, “I will be your God and you shall be My people.” You will experience the supernatural life. Your part is to believe what He declares and act like it is so!


InDo Diterjemahkan oleh HannY dengan menggunakan bahasa sehari hari..enjiy ^_^


Ibrani 8 : 10
10 .... Maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.

Ketika Tuhan berkata "Aku akan menjadi Allahmu," itu adalah pernyataan bahwa Dia akan melakukan keajaiban-keajaiban didalam hidup Anda. Jadi jika itu adalah keajaiban yang kamu perlukan, maka itulah keajaiban yang akan kami dapatkan! Jika ada laut yang sangat besar menutupi jalan untuk berkat-berkatmu dan Tuhan berkata "Aku akan menjadi Allahmu," itu berarti Dia akan membuka laut itu untuk kamu sehingga kamu bisa menerima berkat-berkatmu.

Jika kamu kekurangan dan Tuhan berkata "Aku akan menjadi Allahmu," itu berarti kebutuhan kamu akan disediakan. Sejak Tuhan memberi makan hampir tiga juta umat Israel di padang gurun setiap hari selama 40 tahun, yakinlah bahwa Dia juga akan menyediakan untukmu.

Jika kamu sakit dan Tuhan berkata "Aku akan menjadi allahmu," itu berarti bahwa Dia akan menjadi "Tuhan yang menyembuhkan engkau" (Keluaran 15:26), dan kamu akan sehat.

Jika kamu mempunyai hutang yang sangat besar dan Tuhan berkata "Aku akan menjadi Allahmu," itu berarti bahwa Dia akan secara ajaib membatalkan hutangmu.

Tetapi Tuhan tidak hanya berkata "Aku akan menjadi Allahmu," Dia juga berkata "mereka akan menjadi umat-Ku".

Menjadi umat Tuhan berarti menjadi umat yang dilindungiNya. Tidak semua manusia di dunia adalah umat Tuhan - hanya kita yang telah ditebus dengan darah Kristus. Selama waktu yang tidak tentu, Tuhan berkata kepadamu "Kamu akan menjadi umat-Ku." Ini berarti kamu telah dilindungi dari semua penyakit sampar, wabah, penyerangan dan pembinasaan.

Bahkan ketika kamu mendengar orang-orang berkata bahwa krisis ekonomi akan datang, Tuhan berkata kepadamu "Kamu akan menjadi umat-Ku." Ini berarti bahwa kamu tidak perlu kwatir atau cemas. Krisis ini tidak akan mempengaruhimu.

Tanpa memperhatikan keadaan di dunia, kamu telah dilindungi dan kamu akan berjalan didalam berkat-berkat Tuhan.

Kuasa Tuhan datang dalam semua tantangan yang kamu hadapi ketika Dia berkata kepadamu "Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku." Kamu akan mengalami hidup yang ajaib. Bagianmu adalah percaya dengan apa yang Dia nyatakan dan bertindak sesuai dengan apa yang dinyatakan.

GBU

Tuesday, March 9, 2010

God's Plan Is Bigger Than Your Mistakes

Saya telah bertemu beberapa orang yang berpikir bahwa hanya karena mereka telah melakukan kesalahan, hanya karena mereka mengambil pilihan yang buruk, Tuhan tidak akan memberkati mereka lagi.

Hei, kita semua membuat kesalahan.

Mungkin Anda membuat diri Anda mengalami suatu ketergantungan. Mungkin Anda adalah seorang anak pemberontak dan membuat orang tua Anda tidak bahagia. Mungkin Anda tidak membesarkan anak-anak Anda dengan baik. Mungkin Anda membuat keputusan finansial yang salah.

Saya ingin memberi Anda harapan hari ini. Masa depan Anda lebih cerah daripada masa lalu Anda. Bagaimana saya tahu? Karena rencana Tuhan lebih besar daripada kesalahan Anda. Kesalahan Anda tidak cocok dengan rencana besar Tuhan untuk memberkati hidup Anda.

Inilah yang saya pelajari tentang belas kasih Tuhan: Tak ada kesalahan yang Anda buat yang benar-
benar dapat menghancurkan rencana Tuhan bagi hidup Anda.

Mari kita simak beberapa orang yang tidak-terlalu-sempurna dalam Alkitab:

Yakub – bagaimana ia berbohong, diperdaya, dan terkecoh. Namun Tuhan menamai seluruh bangsa setelah dia.

Daud – bagaimana ia menjadi seorang penzinah dan seorang pembunuh. Namun Tuhan tetap menjadikannya sebagai raja terbesar bagi Israel.

Elia – bagaimana ia akhirnya tertekan dan menjadi seorang pengecut di hadapan Ratu Izebel.
Namun ia ada bersama Yesus dan Musa dalam mukjizat Transfigurasi.

Petrus – betapa ia adalah seorang pria yang temperamental dan tidak terkendali. Namun Tuhan menjadikannya sebagai pemimpin Gereja.

Tentang Paulus – betapa ia adalah seorang pembunuh orang-orang kudus. Namun Tuhan menjadikannya sebagai salah satu rasul terbesar dalam Alkitab.

Jika diperhatikan, kalian akan menyadari bahwa bintang terbesar adalah pendosa terbesar.
Mereka telah melakukan kesalahan besar. Tapi kasih Tuhan lebih besar! Dan Tuhan memberi mereka kesempatan kedua. Dan kesempatan ketiga. Dan kesempatan keempat. Dia tidak akan pernah berhenti memberi Anda kesempatan untuk mendapatkan hidup yang penuh kebahagiaan
dan kelimpahan.”

Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.
Tuhan ingin Anda datang kepadaNya dengan percaya. Dengan keberanian.


APAKAH ANDA MERASA TERJEBAK?

Saya akan memilih 4 sahabat wanita Yesus yang melakukan kesalahan besar. Mereka mewakili orang banyak yang bergaul denganNya. Keempat sahabat wanita Yesus adalah wanita yang dirasuki roh jahat, seorang janda, seorang yang dihukum, dan seorang pelacur.

Mari mulai dengan Maria Magdalena yang terkenal.

Menurut Alkitab, ia dirasuki oleh 7 roh jahat. Angka 7 dalam kebudayaan Yahudi merupakan suatu simbol kesempurnaan. Itu berarti ia betul-betul buruk. Betul-betul jahat.

Namun Yesus menjadikannya sebagai sahabat – dan ia menjadi seorang pengikut Yesus yang setia dan sebuah tonggak yang kuat bagi gereja awal.

Hari ini, Anda mungkin merasa seperti Maria Magdalena.

Mungkin Anda terjebak oleh roh jahat Anda sendiri. Oleh ketergantungan Anda. Anda telah mencoba segala sesuatu untuk membuang kebiasaan buruk tersebut, tapi tak ada perubahan yang terjadi.
Mungkin Anda terjebak oleh depresi Anda, ketakutan Anda, kekuatiran Anda. Anda merasa terkurung.
Sehingga Anda merasa bahwa Anda tak dapat diperbaiki.

Dengarkan saya. Tuhan ingin memperbaiki Anda. Tuhan ingin menyembuhkan Anda. Dengan cara yang sama Ia mengusir roh jahat dari Maria Magdalena, maka Ia akan mengusir semua yang menahan Anda dari kebebasan Anda.


Orang berikut adalah seorang ahli perceraian.

APAKAH ANDA GAGAL DALAM RELASI ANDA?

Yang kedua dalam daftar saya dalah Wanita Samaria dengan 5 suami.

Mana yang lebih buruk, memiliki 7 roh jahat atau 5 suami? Seorang wanita mengatakan pada saya kalau memiliki 5 suami itu lebih buruk, karena seorang suami sama dengan 3 roh jahat. (Jawaban pribadi saya:
Memiliki 5 suami lebih buruk karena Anda akan memiliki 5 ibu mertua.)

Mungkin seperti dia, Anda telah mengalami banyak kegagalan dalam berelasi. Mungkin Anda dibohongi oleh pasangan Anda. Mungkin Anda mengalami pernikahan yang hancur. Mungkin Anda berasal dari keluarga yang berantakan. Dan Anda pikir Anda akan menderita selamanya karena kesalahan masa lalu Anda. Anda mungkin berpikir, “Saya telah meniupnya. Saya telah kehilangan kapal kebahagiaan saya. Saya rasa saya akan sengsara seumur hidup…”

Itu tidak benar.

Teman, Tuhan mengasihi Anda. Ia ingin memberkati Anda dengan relasi yang luar biasa dan orang yang luar biasa. Karena rencanaNya untuk memberkati Anda lebih besar daripada semua kesalahan Anda.

Orang berikutnya tertangkap basah ketika melakukan kesalahan.

APAKAH ANDA MERASA DITOLAK OLEH SESAMA?

Yang ketiga dalam daftar saya adalah wanita yang tertangkap basah dalam perzinahan. Mereka memang tidak mempunyai kamera tersembunyi, tapi mereka memiliki bukti yang kuat. Bisakah Anda bayangkan diseret ke jalan oleh sekerumunan orang yang siap merajam Anda dengan batu hingga mati? Namun Yesus mengatakan pada para pria itu untuk meninggalkan tempat itu. Dan Ia mengatakan pada wanita itu, “Aku tidak menghukum engkau.”

Teman, Anda mungkin telah melakukan suatu kesalahan besar. Dan orang-orang memandang rendah terhadap Anda. Orang-orang menyalahkan Anda karena telah berbuat bodoh. Orang-orang membicarakan Anda di belakang dan menolak Anda.

Namun Tuhan mengatakan kata-kata ini pada Anda sekarang: Aku tidak menghukum engkau. Aku mempunyai sebuah rencana untuk memberkati hidup Anda.

Terima pernyataan ini dalam jiwa Anda.

Percaya ketika Alkitab mengatakan, Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.

Yang berikutnya mungkin adalah yang terburuk dari semuanya…


TUHAN TIDAK BERFOKUS PADA MASA LALU ANDA

Akhirnya, pelacur kota.

Ketika Yesus berada dalam sebuah pesta, ia tersungkur. Wanita ini berlutut di kaki Yesus, mencuci kakiNya dengan air matanya dan mengeringkannya dengan rambutnya. Setiap orang dalam pesta itu
tahu kalau wanita itu adalah seorang pelacur.

Mereka mulai bergumam, “Hei, apakah Yesus ini betul-betul seorang yang kudus? Tidakkah Ia tahu kalau wanita yang menyentuhnya adalah seorang pelacur?”

Namun Yesus tidak memperdulikan omongan di sekelilingNya.

Setiap orang lain melihat siapa wanita ini kemarin. Yesus melihat siapa wanita ini di hari esok. Setiap orang lain melihat seorang pelacur. Yesus melihat seorang wanita yang sangat penuh cinta karena ia telah menerima pengampunan yang besar. Setiap orang lain melihat masa lalunya. Yesus melihat masa depannya.

Teman, inilah pesan saya: Jangan pernah menggambarkan diri Anda dengan kesalahan-kesalahan Anda. Gambarkan diri Anda dengan takdir Anda.


MEREKA TANPA NAMA

Dari keempat wanita ini, hanya satu yang bernama – Maria Magdalena. Ketiga yang lainnya tanpa nama. Wanita Samaria tidak bernama. Wanita yang tertangkap basah karena berzinah tidak bernama. Pelacur kota tidak bernama. Mengapa? Mungkin Tuhan sedang berkata, “Ini mungkin Anda. Belas kasihKu akan memberimu masa depan yang baru.”

Itulah Tuhan yang Anda miliki. Saya ulangi: RencanaNya untuk memberkati Anda lebih besar daripada semua kesalahan Anda yang digabungkan.


TUHAN JUGA BERHARAP ANDA MELAKUKAN KESALAHAN

Saya mempunyai sebuah kepercayaan kontroversi yang ingin saya bagikan pada Anda: Tuhan juga berharap Anda melakukan kesalahan.

Apakah Anda berpikir Tuhan terkejut kalau Anda jatuh?

Tuhan punya ruang untuk kesalahan-kesalahan Anda.

Dalam arti, Ia telah memasukkan kesalahan, kejatuhan, dan pemberontakan Anda sebagai bagian dari seluruh rencanaNya untuk memberkati hidup Anda. Dengan belas kasihNya, Ia bahkan menggunakan
kesalahan Anda untuk memberkati Anda. Alkitab mengatakan bahwa segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia. Ya, bahkan kesalahan Anda.

Teman, saya tidak mengatakan ini sebagai ijin untuk melakukan dosa. Saya mengatakan ini untuk memberi harapan bagi mereka yang berpikir hidup mereka ditakdirkan buruk karena mereka telah berdosa di masa lalu.

TUHAN BAHKAN MENGGUNAKAN KESALAHAN SAYA

Dan inilah hal yang gila: Tuhan bahkan menggunakan kegagalan saya sebagai bagian dari rencanaNya untuk memberkati saya.

Bagaimana? Karena kegagalan saya, kotbah saya telah menjadi sangat berbeda daripada apa yang Anda dengar dari kebanyakan orang. Tepatnya karena kesalahan saya dan bagaimana Tuhan menangani saya.

Teman yang terkasih, Tuhan tidak menyerah atas Anda.

Jadi jangan menyerah atas diri Anda sendiri.

Dan Tuhan tidak menyerah atas takdir Anda.

Jadi jangan menyerah atas takdir Anda!

Beberapa dari Anda mungkin berkata, “Tapi Bo, saya telah mengacaukan. Saya telah kehilangan rencana terbaik Tuhan bagi hidup saya.” Saya katakan “Tidak”. Percayalah bahwa yang terbaik belum datang.

Dan selalu ingat, rencana Tuhan lebih besar daripada semua kesalahan Anda sekalipun digabungkan.

Saya menulis sebuah pernyataan khusus berikut untuk Anda ucapkan. Katakan dengan segenap hati Anda. Akui iman Anda. Biarkan kata-kata Anda menggambarkan kenyataan Anda:

“Mungkin saya telah berantakan, tapi ini sementara. Mungkin saya telah melakukan kesalahan di masa lalu, tapi masa depan saya lebih cerah daripada masa lalu saya. Hari ini, saya datang dengan yakin di
hadirat Tuhan untuk menerima belas kasih. Saya menolak penghakiman. Karena belas kasih Tuhan, berkat terbaik saya belum datang. Setiap hari adalah suatu permulaan baru bagi saya. Setiap hari, saya akan menerima hidup yang baru. Setiap hari, saya akan hidup dalam kelimpahan. Setiap hari, saya akan berjalan dalam pertolongan Tuhan.
Amin!”


Semoga impian Anda menjadi kenyataan,

What Is On Your Heart?

Hebrews 8:10
10“… I will put My laws in their mind and write them on their hearts…”

Many of us have been taught that we cannot trust our hearts. We quote verses like “The heart is deceitful above all things, and desperately wicked…” (Jeremiah 17:9), not knowing that Jeremiah was referring to the man who had not received Jesus as his Lord and Savior.

I have had people come to me and say, “Pastor Prince, I don’t know what I should do with my life.”

“What is on your heart?” I asked one of them.

“I would love to work among children.”

“Then work among children!”

“But I am waiting on the Lord to tell me to do that.”

“Well, He has given you the desire, so go and work among children!”

“But the desire comes from my heart. How do I know if it is of God?”

My friend, once you are saved, you have a brand new heart (Ezekiel 36:26), and you can trust the promptings of your heart because God dwells in you and He leads you from within. And don’t worry because His promptings will never contradict His Word. It will lead you to good success.

Often, you find that when you follow your inner promptings, it is actually God who has put those desires in your mind and written them on your heart. I remember years ago when I approached one of our church leaders and told him, “I really think that you are called to be a full-time pastor.” It turned out to be a confirmation of what he already knew on the inside. You see, God was already leading him from within. Today, he is one of our full-time pastors.

If you enjoy something and desire to do it, then go for it! Go with the flow. God Himself says that He will guide us from within. Let’s not doubt Him. And don’t worry about the outcome. Your part is just to follow the flow. God’s part is to work in you both the willingness and the performance of it! (Philippians 2:13)

Beloved, because God has given you a new heart, He will write His desires on it. And as you fulfill these desires, you will bring forth fruit, and not wither and die. Whatever you do will prosper!

GBU

RENUNgKAN

Berapa umur kita saat ini?
25 tahun, 35 tahun, 45 tahun atau bahkan 60 tahun...
Berapa lama kita telah melalui kehidupan kita?
Berapa lama lagi sisa waktu kita untuk menjalani kehidupan?
Tidak ada seorang pun yang tahu kapan kita mengakhiri hidup ini.

Matahari terbit dan kokok ayam menandakan pagi telah tiba.
Waktu untuk kita bersiap melakukan aktivitas, sebagai karyawan, sebagai
pelajar, sebagai seorang profesional, dll.
Kita memulai hari yang baru.
Macetnya jalan membuat kita semakin tegang menjalani hidup.
Terlambat sampai di kantor, itu hal biasa.
Pekerjaan menumpuk, tugas dari boss yang membuat kepala pusing, sikap anak
buah yang tidak memuaskan, dan banyak problematika pekerjaan harus kita
hadapi di kantor.

Tak terasa, siang menjemput...
"Waktunya istirahat..makan- makan.."
Perut lapar, membuat manusia sulit berpikir.
Otak serasa buntu.
Pekerjaan menjadi semakin berat untuk diselesaikan.
Matahari sudah berada tepat di atas kepala.
Panas betul hari ini...

Akhirnya jam istirahat selesai, waktunya kembali bekerja...
Perut kenyang, bisa jadi kita bukannya semangat bekerja malah ngantuk.
Aduh tapi pekerjaan kok masih banyak yang belum selesai.
(Belum lagi kalau terkadang harus menghadapi 'manusia-manusia sulit' yang menghambat pekerjaan kita )

Mulai lagi kita kerja, kerja dan terus bekerja sampai akhirnya terlihat di sebelah barat...
Matahari telah tersenyum seraya mengucapkan selamat berpisah.

Gelap mulai menjemput.
Lelah sekali hari ini.
Sekarang jalanan macet.
Kapan saya sampai di rumah.
Badan pegal sekali, dan badan rasanya lengket.
Nikmat nya air hangat saat mandi nanti.
Segar segar...
Ada yang memacu kendaraan dengan cepat supaya sampai di rumah segera, dan ada yang berlarian mengejar bis kota bergegas ingin sampai di rumah.
Dinamis sekali kehidupan ini.

Waktunya makan malam tiba.
Ibu kita telah menyiapkan makanan kesukaan kita.
"Ohh..ada sop ayam".
"Wah soto daging buatan ibu memang enak sekali", anak memuji masakan Ibunya.
Itu juga kan yang sering kita lakukan.
...Selesai makan, bersantai sambil nonton TV.
Tak terasa heningnya malam telah tiba.
Lelah menjalankan aktivitas hari ini, membuat kita tidur dengan lelap.
Terlelap sampai akhirnya pagi kembali menjemput dan mulailah hari yang baru lagi.
Kehidupan..ya seperti itu lah kehidupan di mata sebagian besar orang.
Bangun, mandi, bekerja, makan, dan tidur adalah kehidupan.

Jika pandangan kita tentang arti kehidupan sebatas itu, mungkin kita tidak ada bedanya dengan hewan yang puas dengan bisa bernapas, makan, minum, melakukan kegiatan rutin, tidur.
Siang atau malam adalah sama.
Hanya rutinitas... sampai akhirnya maut menjemput.
Memang itu adalah kehidupan tetapi bukan kehidupan dalam arti yang luas.
Sebagai manusia jelas memiliki perbedaan dalam menjalankan kehidupan.

Kehidupan bukanlah sekedar rutinitas.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita mencurahkan potensi diri kita untuk orang lain.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita berbagi suka dan duka dengan orang yang kita sayangi.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita bisa mengenal orang lain.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita melayani setiap umat manusia.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita mencintai pasangan kita, orang tua kita, saudara, serta mengasihi sesama kita.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita belajar dan terus belajar tentang arti kehidupan.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita selalu mengucap syukur kepada Yang Maha Kuasa ..
Kehidupan adalah ... dll.

Begitu banyak Kehidupan yang bisa kita jalani.
Berapa tahun kita telah melalui kehidupan kita ?
Berapa tahun kita telah menjalani kehidupan rutinitas kita ?
Akankah sisa waktu kita sebelum ajal menjemput hanya kita korbankan untuk sebuah rutinitas belaka ?
Kita tidak tahu kapan ajal akan menjemput, mungkin 5 tahun lagi, mungkin 1 tahun lagi, mungkin sebulan lagi, mungkin besok, atau mungkin 1 menit lagi.

Hanya Tuhanlah yang tahu...
Pandanglah di sekeliling kita...ada segelintir orang yang membutuhkan kita.
Mereka menanti kehadiran kita.
Mereka menanti dukungan kita.
Orang tua, saudara, pasangan, anak, sahabat dan sesama......
Serta Tuhan yang setia menanti ucapan syukur dari bibir kita.

Bersyukurlah pada-NYA setiap saat bahwa kita masih dipercayakan untuk menjalani kehidupan ini.
Buatlah hidup ini menjadi suatu ibadah.
Selamat menjalani hidup yang lebih berkualitas.

Jesus bless us :)

Mary & Martha

Luke 10:38,42.

Martha is somebody who wanted everything to be perfect, she had talents to entertain her guests, to care for them by giving good preparation in everything.

Mary, is somebody who is committed, devoted, had spiritual hunger. Unfortunately, Martha, was distracted with serving. When we lose our focus on Jesus, we start complaining and becoming upset because others aren’t helping us with our work.

Mark 4:18-19
Let us not be engrossed, dominated by riches, by the cares of this world. Don’t let it choke the good seed of the Word of God in us causing us to be unfruitful. Mary knew how important it was to take a break from her busyness and to set apart herself wholly for Christ, to listen to what Jesus was saying.

Good intentions are good but it'll all fail when we don't put God first, and we get distracted.
We need both Martha and Mary in our ministry.

We serve God through all kinds of talent God has given us, some can bake, some can decorate, some can prepare, but no matter what, our focus must still be on Jesus and we are to know when it’s time to sit and listen.

BIG thank you to all the "Marys and Marthas" in our ministry.

-- I hope you're blessed by this article! --
Rev. Dr. Paul Sene

Come As You Are And Receive

Matthew 15:27
27And she said, “Yes, Lord, yet even the little dogs eat the crumbs which fall from their masters’ table.”

Come as you are to the Lord with your need, and lean on His unfailing and unconditional love for you. You don’t have to pretend to be more than what you are to receive the blessing you need from God. You don’t have to pretend to be someone else to appear more deserving to receive from God.

A Canaanite woman desperately seeking healing for her demon-possessed daughter came to Jesus. (Matthew 15:22–28) Knowing that He healed and did miracles among the Jews, she pretended to be a Jew, calling out, “O Lord, Son of David!” (Only the Jews addressed Jesus as the “Son of David”.) Jesus did not answer her. His silence made her drop her pretense and cry out, “Lord, help me!”

Only when her pretenses had melted away did she see the grace of God extended to her. Jesus made a way for her to receive her miracle even though it was not yet time for the Gentiles to receive His blessings. He told her, “It is not good to take the children’s bread and throw it to the little dogs.”

Many people might be offended at being called a “dog”. Actually, the Greek word used here by Jesus means “puppy”, and is thus an affectionate rather than offensive term. So this woman was not offended. In fact, she knew then that she could receive healing for her daughter because even puppies get to eat what falls from their masters’ table.

She saw that the crumbs under the Master’s table were enough for a Gentile, a “little dog”, like herself. You must understand that the Jews then considered Gentiles dogs. But what Jesus was trying to say was that He was called to the Jews first, not the Gentiles. Yet, He loved this Gentile woman and her daughter enough to provide a “loophole” for them to receive their miracle.

So when the Canaanite woman took her place by dropping the title “Son of David” and just leaned on Jesus’ compassion for her, her daughter was healed from that very hour.

If God was willing to extend His grace to a Gentile, how much more you, His beloved child! You do not need to depend on pretensions to receive a miracle from Him. Come as you are and lean on His grace. If He has delivered Jesus up for us, “how shall He not with Him also freely give us all things”? (Romans 8:32)

The Clause That Makes It All Happen

Hebrews 8:12
12For I will be merciful to their unrighteousness, and their sins and their lawless deeds I will remember no more.”

We are no longer under the old covenant. We are now under the new covenant. And in this new covenant, God says that He will do three things for us:

Lead us — “I will put My laws in their mind and write them on their hearts.” (Hebrews 8:10) These are the laws of faith, love and liberty to guide you in everything you do. It is a spontaneous, dynamic, active and intimate way to be led by God.

Work miracles for us — “I will be their God, and they shall be My people.” (Hebrews 8:10) The phrase “I will be their God” denotes a miracle-working God. So if you are sick and God says, “I will be your God,” get ready for healing! If you are poor and God says, “I will be your God,” get ready for prosperity!

Cause us to know Him effortlessly — “… all shall know Me, from the least of them to the greatest of them.” (Hebrews 8:11) The Greek word for “know” here is eido. It means to know intuitively without effort. This means that you will know God easily.

Do you want to experience all these blessings in your life today?

“Of course, Pastor Prince, I want to be led by God. I want Him to work miracles in my life. I want to know Him intimately without straining or striving.”

Then, you need to know the clause that makes it all happen: “For I will be merciful to their unrighteousness, and their sins and their lawless deeds I will remember no more.” The words “no more” in the Greek carry a strong double-negative sense. So God is saying, “I will never, by no means, remember your sins!”

Beloved, the more you believe this in your heart, the more you will see those blessings fulfilled in your life. When you realize how much God has forgiven you and remembers your sins no more, you will know Him, His ways and His will for you intimately and intuitively without effort.

So believe in your heart today the clause on which all these blessings hinge, and get ready for miracles and hopes fulfilled in the days ahead!

GBU

INDO TRANSLATION..DIterjemahkan oleh Albert menggunakan bahasa sehari hari..mohon maaf kalo ada kesalahan dalam penerjemahan..^_^

-- The Clause That Makes It All Happen


Ibrani 8:12
Sebab Aku akan menaruh belas kasihan terhadap kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa-dosa mereka.

Kita tidak lagi hidup dibawah perjanjian lama. Kita sekarang didalam perjanjian baru dan dalam perjanjian baru ini, TUHAN berkata bahwa DIA akan melakukan tiga hal untuk kita:

Memimpin kita:-- "Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka” (Ibrani 8:10) ini adalah hokum dari iman, kasih dan kebebasan untuk memimpin kamu dalam apapun yang kamu lakukan. Ini adalah spontanitas, dinamis, aktif dan cara intimasi yang dipimpin oleh TUHAN.

Mengerjakan keajaiban untuk kita:--“ Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.” (Ibrani 8:10) kata kata “Aku akan menjadi Allah mereka” mengartikan Tuhan yang mengerjakan keajaiban. Jadi kalau kamu sakit dan Tuhan berkata, “Aku akan menjadi Allahmu.” Bersiap siaplah untuk kesembuhan! Kalau kamu miskin dan Tuhan berkata,” Aku akan menjadi Allahmu.” Bersiaplah untuk kemakmuran!

Menyebabkan kita dapat mengenal Dia tanpa susah payah:--“.. Kenallah Tuhan! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku.” (Ibrani 8:11) kata yunani untuk “mengenal” adalah eido. Itu berarti untuk mengenal berdasarkan intuisi tanpa usaha. Ini berarti bahwa kamu akan mengenal Tuhan dengan mudah.

Apakah kamu mau mengalami semua berkat ini didalam hidupmu sekarang?
“Tentu, saya mau dipimpin oleh Tuhan. Saya mau DIA mengerjakan keajaiban didalam hidupku. Saya mau mengenal dia lebih dekat tanpa berusaha keras.”

Lalu, kamu perlu untuk mengetahui ketentuan yang membuat itu semua terjadi: “Sebab Aku akan menaruh belas kasihan terhadap kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa-dosa mereka.
“ Kata “tidak lagi” dalam bahasa yunani mengandung arti negative yang sangat kuat. Jadi Tuhan berkata,” Aku tidak akan pernah, mengingat dosa dosamu!”

Saudara terkasih, semakin lebih kamu percaya ini dalam hatimu, semakin lebih kamu akan melihat berkat berkat itu mengisi hidupmu. Saat kamu menyadari betapa besar Tuhan sudah mengampuni kamu dan tidak lagi mengingat dosa dosamu, kamu akan mengenal DIA, jalanNYA, dan KeinginanNYA untuk mengenal kamu lebih dekat lagi tanpa kamu haris berusaha keras.

Jadi percayalah ini didalam hatimu ketentuan dimana berkat berkat ini bergantung, dan bersiaplah untuk semua keajaiban dan semua harapan yg akan terpenuhi di hari hari mendatang.

GBU